hmm,, ternyata udah lama, gw gak menyentuh dunia elektronika,, jangankan ngerancang sistem, megang solder aja udah gak pernah,, yaa at least selama beberapa bulan terakhir ini..
semenjak gw lulus dari SMK, playing arena gw (RED:Lab Elektronika) udah jarang baget gw singgahi,,
Tiba2 kemarin, terpikirkan sebuah rancangan.. sebener nya si udah lama pengen bikin, dan itu bukan sebuah rancangan yang WAH,, karena setahu gw alat yang di namakan sensor suhu udah banyak yg bisa membuat, tapi gw maw mencoba membuat sebuah sistem dengan sensor suhu itu. Sehingga gak hanya tampak sebagai Termometer Digital, tp ada fungsi yang bisa menjadi sebuah POWER dari alat yang biasa itu :)
Seharian ngerancang, brosing sana-sini, buka datasheet IC (yg ini warisan turun temurun dari Electro Club SMK TELKOM SPJ, I miss U all The last Warrior of EC), memahami cara kerja dari semua sistem, input, proses, output, dll. setelah sistem seperti nya udah layak untuk di ujicoba,, gw lupa,, ternyata rumah gw itu bukan playing arena yang komponen elektronika dan peralatan pendukung semacam solder, timah, kabel wrapp, PCB, IC's, penyedot timah, dll bs di pakai secara bebas untuk di rangkai menjadi sebuah BOM Digital, hahahaha.
Akhir nya, gw cm bisa pasrah sambil menyadari kalo di rumah gw itu solder pun gak ada :D (bukan anak elektro sejati nih :D). Ternyata keadaan tambah buruk, selain solder gak ada, timah belom beli, AVO meter masih di tukang nya,, komponen masih terbungkus rapi di toko Glodok, ada 1 alat yg gw harus buat dari awal, yaitu "Downloader". Berhenti berfikir bahwa alat itu dipake untuk download film dari internet =P. Downloader sangat berjasa kalo gw lagi maen microcontroller,, dia gw pake untuk memasukkan program yg udah gw buat kedalam rancangan Hardware robot (Gaya mde ON) yang udah gw buat,, dan benda itu sekarang lenyap...
Ok, sekarang saat nya nyusun jadwal
0. ngumpulin niat
1. ngerampok ATM
2. pergi ke nci nci Glodok, nyari komponen yg di butuhkan, sekalian solder nya
3. bikin downloader dah :D
ok, sesi latihan nulis hari ini selsai dl ya :)
Senin, 18 Mei 2009
Senin, 11 Mei 2009
I'm back
WAW
setelah 7 bulan tenggelam, sekarang gw jd berminat lg nih ke dunia blog :D
entah kenapa, kalo liat temen2 punya blog, enak ajah, di baca2.. yaa siapa tau gw bs sambil share ilmu atau pengalaman selama ini :)
sebenernya, pagi ini blm ada hal sangat menarik untuk di ceritakan, tp akhir2 ini
gw lg ikut2an kedalam kerjaan analisis yang berkaitan ama SMS,, ikut2an doang lho :P :P
ok,, I'll back to my work :D (red: gtalk, YM, FB, travian) hahahahaha
setelah 7 bulan tenggelam, sekarang gw jd berminat lg nih ke dunia blog :D
entah kenapa, kalo liat temen2 punya blog, enak ajah, di baca2.. yaa siapa tau gw bs sambil share ilmu atau pengalaman selama ini :)
sebenernya, pagi ini blm ada hal sangat menarik untuk di ceritakan, tp akhir2 ini
gw lg ikut2an kedalam kerjaan analisis yang berkaitan ama SMS,, ikut2an doang lho :P :P
ok,, I'll back to my work :D (red: gtalk, YM, FB, travian) hahahahaha
Senin, 13 Oktober 2008
DHCP Server
DHCP server merupakan program aplikasi yang berjalan di server,
yang memungkinkan PC client tidak membutuhkan pengaturan nomor IP
untuk bisa berhubungan dengan server karena pengaturannya telah diatur oleh
server.
Pengaturan pada DHCP server dapat disesuaikan dengan OS yang
digunakan. Pada pembahasan kali ini akan dibahas konfigurasi yang
digunakan oleh DHCP server pada server linux redhat 9.0.
Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah memeriksa apakah paket
DHCP telah diinstall pada sistem atau belum. Pemerikaan ini dapat dilakukan
dengah perintah rpm –qa|grep dhcp. Jika paket belum terinstall, maka harus
dilakukan instalasi dari paket rpm. Langkah untuk instalasi sebagai berikut.
Login sebagai root
[root@server]#rpm –qa|grep dhcp
[root@server]#rpm –ivh dhcp.xxx.xxxx.rpm
Jika tidak ada error log, maka paket telah berhasil diinstall dalam sistem.
Paket yang telah diinstal tidak termasuk paket dhcpdevel,
jika ingin melakukan instalasi paket dhcpdevel,
dapat dilakukan dengan perintah rpm –ivh dhcpdevel.xxxx.xxxx.rpm.
Setelah paket terinstall dengan baik,lakukanlah konfigurasi pada file yang berada di directory /etc.
Langkah untuk konfigurasi adalah sebagai berikut.
Login sebagai root
[root@server]#cd /etc
[root@server]#vim dhcpd.conf
Sebelum memulai konfigurasi, berikut ini adalah IP yang digunakan
dalam suatu network.
1. IP server 192.168.0.24
2. IP gateway 192.168.0.1
3. DNS address 192.168.0.2
4. Subnet 192.168.0.0
5. Netmask 255.255.255.0
Lakukanlah editing pada file dhcpd.conf tersebut, berikut ini adalah
seting minimum untuk sebuah dhcp server:
# dhcpd.conf
#subnet 10.37.3.0 netmask 255.255.255.0
# option definitions common to all supported networks...
default-lease-time 3600;
max-lease-time 86400;
# Use this to enble / disable dynamic dns updates globally.
ddns-update-style interim;
# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;
# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;
# No service will be given on this subnet, but declaring it helps the
# DHCP server to understand the network topology.
#subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
#}
#option subnetmask
255.255.255.0;
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0
{
option routers 192.168.0.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name "dhcp.telkom.co.id";
option domain-name-servers 192.168.0.2;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option time-offset 18000;
range 192.168.0.100 10.192.168.0.200;
}
Setelah membuat atau mengganti konfigurasi, maka DHCP harus
direstart dengan menggunakan perintah service dhcpd restart. Berikut ini
maksud dari konfigurasi diatas:
default-lease-time 3600;
max-lease-time 86400;
merupakan pengaturan waktu yang diberikan kepada client untuk
menggunakan sebuah IP. Satuan yang digunakan adalah detik.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0
{
option routers 192.168.0.1;
option subnetmask 255.255.255.0;
option domain-name "dhcp.telkom.co.id";
option domain-name-servers 192.168.0.2;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option time-offset 18000;
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
}
Pengaturan ini digunakan untuk mengisikan IP gateway, subnetmask,
dns, broadcastaddress kedalam setting IP client. Lalu range IP adalah IP yang
akan dipakai oleh client, client akan mendapat satu IP secara random.
Selain memberikan IP dinamis kepada client, server dapat memberikan
IP statis kepada client tertentu. Pengaturannya terdapatdalam /etc/dhcpd.conf.
tambahkan setting berikut pada file konfigurasi anda.
host yudha
{
hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5; #
fixed-address 192.168.0.212; #
}
Konfigurasi tersebut akan memberikan host yang bernama yudha yang
memiliki MAC Address 08:00:07:26:c0:a5 IP statis 192.168.212. IP statis
yang diberikan tidak boleh IP yang sudah dideklarasikan dalam range IP
dinamis dan IP, dalam hal ini range IP yaitu 192.168.0.100 s/d 192.168.0.200,
dan IP server adalah 192.168.0.24.
yang memungkinkan PC client tidak membutuhkan pengaturan nomor IP
untuk bisa berhubungan dengan server karena pengaturannya telah diatur oleh
server.
Pengaturan pada DHCP server dapat disesuaikan dengan OS yang
digunakan. Pada pembahasan kali ini akan dibahas konfigurasi yang
digunakan oleh DHCP server pada server linux redhat 9.0.
Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah memeriksa apakah paket
DHCP telah diinstall pada sistem atau belum. Pemerikaan ini dapat dilakukan
dengah perintah rpm –qa|grep dhcp. Jika paket belum terinstall, maka harus
dilakukan instalasi dari paket rpm. Langkah untuk instalasi sebagai berikut.
Login sebagai root
[root@server]#rpm –qa|grep dhcp
[root@server]#rpm –ivh dhcp.xxx.xxxx.rpm
Jika tidak ada error log, maka paket telah berhasil diinstall dalam sistem.
Paket yang telah diinstal tidak termasuk paket dhcpdevel,
jika ingin melakukan instalasi paket dhcpdevel,
dapat dilakukan dengan perintah rpm –ivh dhcpdevel.xxxx.xxxx.rpm.
Setelah paket terinstall dengan baik,lakukanlah konfigurasi pada file yang berada di directory /etc.
Langkah untuk konfigurasi adalah sebagai berikut.
Login sebagai root
[root@server]#cd /etc
[root@server]#vim dhcpd.conf
Sebelum memulai konfigurasi, berikut ini adalah IP yang digunakan
dalam suatu network.
1. IP server 192.168.0.24
2. IP gateway 192.168.0.1
3. DNS address 192.168.0.2
4. Subnet 192.168.0.0
5. Netmask 255.255.255.0
Lakukanlah editing pada file dhcpd.conf tersebut, berikut ini adalah
seting minimum untuk sebuah dhcp server:
# dhcpd.conf
#subnet 10.37.3.0 netmask 255.255.255.0
# option definitions common to all supported networks...
default-lease-time 3600;
max-lease-time 86400;
# Use this to enble / disable dynamic dns updates globally.
ddns-update-style interim;
# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;
# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;
# No service will be given on this subnet, but declaring it helps the
# DHCP server to understand the network topology.
#subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
#}
#option subnetmask
255.255.255.0;
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0
{
option routers 192.168.0.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name "dhcp.telkom.co.id";
option domain-name-servers 192.168.0.2;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option time-offset 18000;
range 192.168.0.100 10.192.168.0.200;
}
Setelah membuat atau mengganti konfigurasi, maka DHCP harus
direstart dengan menggunakan perintah service dhcpd restart. Berikut ini
maksud dari konfigurasi diatas:
default-lease-time 3600;
max-lease-time 86400;
merupakan pengaturan waktu yang diberikan kepada client untuk
menggunakan sebuah IP. Satuan yang digunakan adalah detik.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0
{
option routers 192.168.0.1;
option subnetmask 255.255.255.0;
option domain-name "dhcp.telkom.co.id";
option domain-name-servers 192.168.0.2;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option time-offset 18000;
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
}
Pengaturan ini digunakan untuk mengisikan IP gateway, subnetmask,
dns, broadcastaddress kedalam setting IP client. Lalu range IP adalah IP yang
akan dipakai oleh client, client akan mendapat satu IP secara random.
Selain memberikan IP dinamis kepada client, server dapat memberikan
IP statis kepada client tertentu. Pengaturannya terdapatdalam /etc/dhcpd.conf.
tambahkan setting berikut pada file konfigurasi anda.
host yudha
{
hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5; #
fixed-address 192.168.0.212; #
}
Konfigurasi tersebut akan memberikan host yang bernama yudha yang
memiliki MAC Address 08:00:07:26:c0:a5 IP statis 192.168.212. IP statis
yang diberikan tidak boleh IP yang sudah dideklarasikan dalam range IP
dinamis dan IP, dalam hal ini range IP yaitu 192.168.0.100 s/d 192.168.0.200,
dan IP server adalah 192.168.0.24.
Rabu, 08 Oktober 2008
Say Hello
Akhirnya bs jg gw buat blog ^^
hehehe
maklumlah namanya jg pemula,,
Semoga isi blog ini bs bermanfaat utk semua *ngarep bgdt c
hihii
ok see u all in next post
hehehe
maklumlah namanya jg pemula,,
Semoga isi blog ini bs bermanfaat utk semua *ngarep bgdt c
hihii
ok see u all in next post
Langganan:
Komentar (Atom)
